Perbedaan Aqiqah Untuk Si Laki-Laki Dan Perempuan

Mungkin beberapa orang yang berkeinginan belajar perihal islam dan aqiqah akan mempertanyakan pertanyaan seperti ini: \”Kenapa ada tata tertib untuk menawarkan dua hewan untuk dikorbankan pada kelahiran anak laki-laki dan cuma satu dalam kasus si kecil perempuan? Walaupun si kecil perempuan dianggap berpotensi lebih membahagiakan? Tidakkah seharusnya rasa syukur untuk putri seseorang lebih dari untuk putranya atau setidaknya setara dengan buah hati laki-laki?\” Selain dari itu, sebelum kita lanjut, anda mungkin berharap mencoba Paket Aqiqah Purwakarta terbaik apabila anda mencari jasa aqiqah kuatlias bagus di wilayah Purwakarta.

Pertama, segala ibadah yang ditentukan atau ditekankan oleh Syariah didasarkan cuma pada meniru instruksi Allah, apakah seseorang memahami kebijaksanaan di baliknya? Seperti Nabi Suci Ibrahim (\’ alaihi salam) diperintahkan untuk mengorbankan putranya sendiri? Ia tak pernah bertanya apa alasan di balik itu. Dia cuma mengikuti apa yang diperintahkan, sebab tidak perlu seorang manusia memahami alasan dari setiap perintah. Pengorbanan binatang dalam ‘aqiqah juga adalah tindakan ibadah, dan seseorang seharusnya menirunya apakah ia paham alasannya atau tidak.

Tapi, ada sebagian perbuatan mengandung hikmah yang dapat diceritakan sebagai alasan yang mungkin, sementara alasan lengkap hanya dikenal Allah subhanahu wa ta\’ala. Pada kelahiran buah hati, pengorbanan hewan sudah diadakan sebagai sunnah (praktik ibadah yang direkomendasikan dan berpahala besar) dan bukan sebagai tindakan patut. Dalam pengorbanan mesti, seperti di Idul Adha, satu kambing sudah cukup untuk laki-laki dan perempuan. Hal ini memperlihatkan bahwa biasanya satu kambing sudah cukup untuk mereka berdua. Oleh sebab itu apa yang dianjurkan pada kelahiran seorang gadis ialah cocok dengan praktik normal merupakan seekor kambing tunggal. Melainkan dalam kasus si kecil laki-laki, kambing tambahan direkomendasikan, mungkin, sebab salah satu tujuan \’aqiqah yakni untuk mencari perlindungan terhadap Allah dari pengaruh setan dan malapetaka, dan buah hati laki-laki lebih rentan terhadap imbas seperti itu ketimbang betina, sebab kesibukan si kecil laki-laki dalam islam lebih beragam. Oleh sebab itu, perjuangan tambahan direkomendasikan. Kita tak boleh beranggapan bahwa kelahiran seorang gadis kurang gembira karena Al-Qur\’an telah melarang kepercayaan ini dalam beberapa ayat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *